Home / NASIONAL

Rabu, 23 September 2020 - 09:49 WIB

Tsunami 20 M Berpotensi Terjang Pantai Selatan Pulau Jawa

Ilustrasi tsunami. Ist

Ilustrasi tsunami. Ist

BOGOR, BERITANUSA.id – Institut Teknologi Bogor (ITB) baru-baru ini mengungkapkan hasil risetnya soal potensi tsunami. Peneliti ITB menyebut, ada dua wilayah di Pulau Jawa yang berpotensi mengalami bencana alam tsunami hingga ketinggian 20 meter.

Adalah seorang guru besar bidang seismologi dari ITB Sri Widiyantoro. Hasil risetnya selama enam tahun menunjukkan bahwa ada dua wilayah yang berpotensi menghadapi tsunami dahsyat, yakni di sepanjang pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Timur.

Dalam studi terbaru tim yang dipimpinnya menggunakan data gempa dari katalog BMKG dan Seismological Center (ISC) periode April 2009 sampai November 2018, tidak ada gempa besar bermagnitudo 8 atau lebih dalam beberapa ratus tahun terakhir di Pulau Jawa. Hal itu bisa mengindikasikan ancaman gempa tsunamigenik dahsyat yang bakal tejadi di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa.

Sri Widiyantoro sendiri berharap bahwa hasil risetnya ini bisa menjadi peringatan dini bagi setiap warga yang berada di garis pantai tersebut. Sehingga nantinya akan meminimalisir risiko yang ada bila tsunami 20 meter benar-benar akan terjadi.

Sementara itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) buka suara menanggai hasil riset ITB soal potensi tsunami di selatan Pulau Jawa. Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Nugroho Dwi mengatakan, jika hal ini bisa menjadi alasan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Riset yang dipublikasikan oleh ITB ini memberikan alasan ilmiah yang kuat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami di Samudera Hindia Selatan Jawa,” kata dia dilansir CNN Indonesia, Selasa (22/9).

Nugroho kemudian menjelaskan adanya struktur gundukan memanjang di daerah palung pada kedalaman 4-5 ribu meter dari permukaan laut. Hal itu berdasarkan penelitian yang belum lama ini dilakukan.

Ia menduga kondisi tersebut yang menjadi penyebab tsunami di Kepulauan Mentawai pada Oktober 2010 silam. Yang mana, gempa yang mendahului tsunami ini termasuk gempa menengah dengan magnitudo kurang dari 8.

Terkait hasil riset ITB, ia meminta agar dilakukan penelitian lanjutan. Penelitian ini harus memperhatikan tiga hal yakni mencakup kondisi struktur zona megathrust di Selatan Jawa, terutama di daerah sepi gempa.

Lalu kedua adalah pemetaan dasar laut yang dilakukan dengan detail di daerah seismic gap. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan model perambatan gelombang dan landasan tsunami. Terakhir untuk mengetahui wilayah yang berpotensi membangkitkan gelombang tsunami saat terjadi gempa, perlu dilakukan penelitian struktur bawa permukaan dari daerah sepi gempa secara mendetail.

(heq/dbs)

Share :

Baca Juga

Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin. Foto/MI

NASIONAL

Harlah ke-95, Wapres: Tugas NU Akan Semakin Berat
Kasus positif virus corona di Indonesia. Foto/MI/Andri Widyanto

NASIONAL

Update Corona 23 Desember: Tambah 7.514, Positif 685.639
Presiden Joko Widodo. Foto: Istimewa

NASIONAL

Jokowi Siapkan Pembiayaan Koperasi dan UMKM Rp1 T di Masa Pemulihan Ekonomi
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/12/2020). Foto/Antara

NASIONAL

Safari Listyo Sigit Jelang Uji Kelayakan Calon Kapolri
Hujan di wilayah DKI Jakarta. Foto/Ist

NASIONAL

BMKG Sebut Puncak Musim Hujan di Akhir Maret 2021
Polri siap amankan aksi unjuk rasa. Foto/Ist

NASIONAL

Ribuan Aparat Gabungan Terjun Amankan Demo Tolak Omnibus Law
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/MI

NASIONAL

Anies Copot Dirut BUMD DKI karena Korupsi
Ilustrasi kegiatan belajar-mengajar oleh guru dan para siswa di sekolah. Foto/Ist

NASIONAL

Persoalan Guru Honorer Harus Segera Diselesaikan