Home / EKONOMI

Kamis, 27 Agustus 2020 - 11:12 WIB

UMKM Diharapkan Bisa Bangkitkan Ekonomi Nasional

Menkop UKM Teten Masduki. Foto/Kemenkop UKM

Menkop UKM Teten Masduki. Foto/Kemenkop UKM

SIMALUNGUN, BERITANUSA.id – MenkopUKM Teten Masduki mengatakan pemerintah mengharapkan UMKM bisa menjadi dinamisator agar perekonomian Indonesia tidak terjebak dalam krisis.

Dengan jumlah pelaku usaha yang mencapai 99 persen, penyerapan tenaga kerja 97 persen dan kontribusi terhadap PDB 60 persen, maka dalam kelesuan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 ini, UMKM harus diselamatkan dulu.

“Saya sudah sampaikan ke Presiden, Pak tak ada jalan lain, UMKM lah yang harus kita selamatkan terlebih dulu agar bisa menjadi dinamisator ekonomi nasional supaya terhindar dari krisis ekonomi kalau usaha besar, bisa menunda investasinya, dan dompet mereka juga tebal. Namun UMKM saat ini modalnya tergerus untuk kebutuhan sehari hari. Mereka itulah harus kita perkuat agar terus berjalan usahanya. Bagi UMKM untung dikit aja ndak apa-apa asal usahanya terus jalan,” ujar MenkopUKM Teten Masduki, pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas SDM KUMKM di Daerah Penyangga Destinasi Super Prioritas Danau Toba di Kab Simalungun Sumut Rabu (26/8).

Teten memaparkan, pandemi Covid-19 telah berdampak mendalam, dimulai dari krisis kesehatan yang merambat ke krisis ekonomi, khususnya bagi Koperasi dan UMKM. BPS secara resmi telah merilis angka pertumbuhan ekonomi Triwulan 2 sebesar minus 5.32 persen.

Kontraksi ekonomi tidak hanya dirasakan oleh Indonesia tetapi juga 215 negara lainnya, bahkan tidak lebih baik dari Indonesia seperti Hongkong (minus 9 persen), Amerika Serikat (minus 9,5 persen), Singapura (minus 12,6 persen), Uni Eropa (minus 14,4 persen). Kecuali Tiongkok yang sudah mulai rebound tumbuh 3,2 persen di Q2-2020.

Untuk mampu rebound di triwulan 3 dan 4, pemerintah melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah memberikan stimulus Rp607,25 Triliun, khusus Koperasi dan UMKM dianggarkan sebesar Rp123,46 Triliun, yang terdiri dari Insentif pajak (PPh Final UMKM DTP): Rp2,4 Triliun. Subsidi bunga KUR dan Non KUR: Rp35,28 Triliun

Penempatan Dana Untuk Restrukturisasi UMKM: Rp78,78 Triliun. Imbal Jasa Penjaminan: Rp5 Triliun. Dana cadangan penjaminan kepada PT. Jamkrindo dan PT Askrindo: Rp1 Triliun. Pembiayaan Investasi kepada Koperasi melalui LPDB KUMKM: Rp1 Triliun.

Selain itu ada program inisiatif lain dalam mendukung PEN, yaitu Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dimana pada tanggal 24 Agustus 2020, Presiden Jokowi telah meluncurkan BPUM kepada 1 juta pelaku usaha UMKM dengan nilai sebesar Rp2,4 Juta per pelaku usaha yang tersebar di 34 Provinsi dengan target sebelum akhir September sebanyak 9,16 juta pelaku usaha mikro akan menerima BPUM dengan total anggaran Rp22 Triliun.

“Dengan adanya program BPUM ini, diharapkan Pelaku Usaha Mikro yang unbankable dapat menambah modal kerja serta melanjutkan usahanya,” jelas MenkopUKM. (dep/ukm)

Share :

Baca Juga

Kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) memasuki Stasiun Velodrome Rawamangun. Foto/MI

EKONOMI

MRT dan LRT Akan Dibangun di 5 Kota Lewat Dana Abadi
Ilustrasi stimulus uang Rupiah. Ist

EKONOMI

Realisasi Stimulus UMKM Capai 36,6 Persen
Ilustrasi daftar Kartu Prakerja. Foto/Ist

EKONOMI

46 Persen Peserta Prakerja Dapat Kerja Lagi
Ilustrasi--Penumpang wajib memakai masker dan pelindung wajah (Face Shield) di dalam gerbong kereta api jarak jauh. Foto/Antara

EKONOMI

Uji Coba, Tarif KRL Yogya-Solo Hanya Rp1 Saja
Ilustrasi resesi ekonomi Indonesia. Ist

EKONOMI

Ancaman Resesi Ekonomi Indonesia Semakin Kuat
Sejumlah warga berbelanja di Pasar Inpres Manonda, Palu. Foto/Antara

EKONOMI

Sri Mulyani Naikkan Anggaran PEN 2021 Jadi Rp627,9 T
Seorang warga penerima bantuan menunjukkan uang tunai usai menerima Bantuan Sosial Tunai terdampak covid-19. Foto/ANTARA FOTO/Aji Styawan

EKONOMI

Bansos Tahap IV Jawa Barat Berubah Jadi Uang Tunai
Pemberian insentif kepada peserta pelatihan Kartu Prakerja tetap sama yakni Rp2.400.000 yang akan diberikan selama empat bulan. Foto/Antara

EKONOMI

Cara Cek Lolos Kartu Prakerja Gelombang 12