Home / NASIONAL

Jumat, 22 Januari 2021 - 17:21 WIB

Update Corona 22 Januari: Tambah 13.632, Positif 965.283

Tenaga kesehatan tengah menyimpan data pasien Covid-19. Foto/Antara

Tenaga kesehatan tengah menyimpan data pasien Covid-19. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kasus harian positif infeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 13.632 orang, per Jumat (22/1). Angka ini menjadikan akumulasi kasus positif Covid-19 sejak pandemi berjangkit pada Maret 2020 hingga kini mencapai 965.283 orang.

Satgas Covid-19 dalam laporannya hari ini juga mencatat sebanyak 8.357 orang sembuh. Dengan begitu jumlah kasus sembuh mencapai 781.147 orang.

Adapun tambahan kematian harian mencapai 250 orang, dengan total angka kematian menembus 27.453 orang.

Satgas Covid-19 juga mencatat jumlah spesimen yang diperiksa dalam 24 jam terakhir sebanyak 77.942 unit, dengan jumlah suspek yang tercatat sebanyak 79.349 orang per Jumat (22/1).

Sementara sehari sebelumnya atau pada Kamis (21/1) kasus tambahan harian Covid-19 tercatat sebanyak 11.703 orang. Dengan kasus sembuh harian bertambah 9.087 orang.

Adapun kasus kematian harian mencapai rekor dengan 346 orang meninggal terpapar Covid-19 per Kamis (21/1). Sementara itu jumlah spesimen pada hari itu sebanyak 67.454 unit dengan jumlah suspek 79.200 orang.

Sejumlah epidemiolog mengaku jumlah testing oleh pemerintah Indonesia masih jauh dari kata ideal. Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman menyebut idealnya jumlah testing di Indonesia sebanyak 200-300 ribu per hari.

Angka tersebut itu dihitung berdasarkan jumlah populasi penduduk Indonesia dan tingginya angka rasio positif Indonesia lebih dari 32,82 persen. Angka positivity rate nyatanya jauh dari ambang batas minimal yang ditentukan WHO sebesar 5 persen.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut jumlah tes terkait paparan virus corona yang dilakukan Indonesia telah melampaui target WHO.

Diketahui, WHO menargetkan jumlah tes per minggu adalah 1:1.000 populasi. Dengan rasio itu, Indonesia harus menggelar 267 ribu tes setiap pekan. Meski begitu, Wiku mengakui tes massal di Indonesia masih menyimpan masalah. Pasalnya, jumlah tes tersebut tidak merata di seluruh wilayah.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. Foto/Antara

NASIONAL

Pesan Said Aqil untuk Generasi Muda NU
Aksi demonstrasi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berujung ricuh di berbagai daerah. Foto/Pikiran Rakyat

NASIONAL

Demo 13 Oktober Memanas, Polisi Tangkap Belasan Pemuda
Polisi tengah mengatur lalu lintas di DKI Jakarta. Foto/Media Indonesia

NASIONAL

Demo Tolak UU Ciptaker, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PSBB transisi DKI Jakarta. Foto/Ist

NASIONAL

Pemprov DKI Bakal Segera Evaluasi PSBB Transisi
Gedung Kejaksaan Agung kebakaran. Foto/Ist

NASIONAL

Delapan Orang Ditetapkan Tersangka Kebakaran Kejaksaan Agung
Vaksin covid-19. Foto/Antara

NASIONAL

Hasil Uji Vaksin Sinovac Diumumkan BPOM 15 Januari
Ilustrasi, Sungai Kawsasan Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh. Foto/Antara

NASIONAL

BMKG Sebut Potensi Banjir di Awal 2021
Buruh unjuk rasa tolak omnibus law. Foto/Ist

NASIONAL

9 Alasan Buruh Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law