Home / Uncategorized

Rabu, 9 September 2020 - 16:44 WIB

Update Kasus Corona 9 September: 203.342 Positif, 145.200 Sembuh

Ilustrasi Covid-19. Foto/Ist

Ilustrasi Covid-19. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kasus positif virus corona (Covid-19) per Rabu (9/9) terjadi penambahan sebanyak 3.307 sehingga angka akumlasinya mencapai 203.342 orang. Dari jumlah akumulasi tersebut, sebanyak 145.200 (71,4 persen) sembuh dan 8.336 (4,1 persen) meninggal dunia.

Jumlah pasien sembuh itu bertambah 2.242 dari hari sebelumnya, sementara yang meninggal bertambah 106.

Berdasarkan data yang dikutip dari laman peta pesebaran di covid-19.go.id, jumlah suspek per hari ini di Indonesia ada 92.330 orang. Sementara itu, dikutip dari situs Kemenkes, jumlah spesimen yang telah diperiksa per hari ini ada 29.863.

Sehari sebelumnya, Selasa (8/9), jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 200.035, di mana itu terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret lalu. Dari angka akumulatif per Selasa itu sebanyak 142.958 orang dinyatakan sembuh dan 8.230 meninggal dunia.

Sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan pada 2 Maret lalu, pasien positif di negeri ini justru cenderung menunjukkan tren peningkatan. Dalam sebulan pada Agustus lalu saja, kasus positif terakumulasi 66.420 kasus.

Kasus positif Covid-19 bahkan bertambah sekitar 2.000-3.000 kasus dalam 24 jam selama beberapa hari terakhir. Total kasus konfirmasi positif Covid-19 pada pekan awal bulan ini sebanyak 19.313 kasus.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah meminta jajarannya dalam menangani pandemi virus corona tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Kunci ekonomi kita agar baik adalah kesehatan yang baik. Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik. Artinya fokus kita tetap nomor satu adalah kesehatan,” kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna untuk Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Tahun 2021, Senin (7/9).

Terkait tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang kini memasuki masa pemeriksaan kesehatan, Jokowi menyayangkan masih ada deklarasi paslon yang mendaftar ramai-ramai hingga menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu juga memperingatkan tiga klaster penularan virus corona yang perlu diwaspadai. Hal ini menyusul jumlah kasus positif covid-19 yang terus meningkat dari ketiga klaster, yakni klaster perkantoran, keluarga, dan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Jokowi pun menegaskan proses pilkada yang menimbulkan kerumunan harus dihindari untuk mencegah penularan Covid-19. Untuk itu, penting bagi seluruh warga maupun penyelenggara pilkada mematuhi protokol kesehatan.

Untuk diketahui, tahapan pilkada telah dimulai dengan pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah pada Jumat (4/9)-Minggu (6/9) lalu. Pada hari pertama pendaftaran, sejumlah pasangan di daerah beramai-ramai melakukan konvoi. Tak sedikit dari mereka yang juga menghadirkan kerumunan. (cnn)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi--WNA mengantre perpanjangan visa dan permohonan izin tinggal di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Badung, Bali. Foto/Antara

Uncategorized

Bule yang Ajak WNA Pindah ke Bali Akhirnya Dideportasi
Ilustrasi daun pandan. Foto/Istimewa

Uncategorized

Manfaat Daun Pandan Untuk Kesehatan Tubuh
Gedung Asabri. Foto/Istimewa

Uncategorized

Aset Sitaan Tersangka Asabri Terkumpul Rp4,4 T
Ilustrasi masker. Foto/Istiemwa

Uncategorized

Waspada, Tali Masker Bisa Tularkan Covid-19
Aplikasi WhatsApp. Foto/Ist

Uncategorized

WhatsApp Berencana Tarik Uang dari Pengguna
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Foto/Antara

Uncategorized

KPK & 27 BUMN Kerja Sama Berantas Korupsi
Pemberian insentif kepada peserta pelatihan Kartu Prakerja tetap sama yakni Rp2.400.000 yang akan diberikan selama empat bulan. Foto/Antara

Uncategorized

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 16 Dibuka Siang Ini
Halte Transjakarta Bundaran HI. Foto/Berita Satu

Uncategorized

Halte Transjakarta yang Rusak Beroperasi Lagi Akhir 2020