Home / NASIONAL / UMKM

Jumat, 9 Oktober 2020 - 10:58 WIB

UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Bantu Pulihkan UMKM yang Terguncang

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin. Foto/Ist

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin menilai kebijakan pemulihan UMKM berorientasi pertumbuhan jangka panjang akan menjadi kunci keberhasilan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Pasalnya, menurut dia banyak UMKM yang terguncang karena pandemi.

“Berbagai stimulus dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seperti bantuan produktif usaha mikro, subsidi bunga, penjaminan kredit telah diluncurkan oleh Pemerintah untuk menopang kelangsungan UMKM. Mengingat realisasi program PEN baru mencapai 36,6 persen per pertengahan September lalu, maka upaya akselerasi perlu terus ditingkatkan,” kata Puteri dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Puteri pun mendukung terciptanya Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang baru disahkan oleh DPR RI dan pemerintah pada Rapat Paripurna, Senin (5/10) lalu. Menurut dia, dengan disahkannya UU Cipta Kerja maka akan menjadi pendukung percepatan pemulihan UMKM.

Politisi fraksi Partai Golkar ini menjelaskan, dalam UU tersebut ada pasal yang mengatur mengenai pemberdayaan UMKM dengan memberi kemudahan dan perlindungan bagi koperasi dan UMKM. Di antara manfaatnya, sebut Puteri, kemudahan dalam proses perizinan, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI, mendirikan Perseroan Terbatas (PT) perseorangan hingga proses sertifikasi halal yang ditanggung pemerintah.

“Jika stimulus bagi UMKM dalam program PEN adalah untuk memastikan pelaku usaha bertahan di tengah pandemi, maka langkah selanjutnya adalah untuk memastikan agar mereka kembali pulih sepenuhnya. Di sinilah fasilitas kemudahan berusaha bagi UMKM yang termuat dalam UU Cipta Kerja berperan sebagai stimulus jangka panjang bagi pelaku usaha agar dapat mendorong pengembangan bisnis lebih lanjut,” jelas dia.

“Hal ini mengingat bahwa dukungan legalitas badan usaha maupun kemudahan perizinan menjadi salah satu faktor penting bagi UMKM untuk mendapat dukungan pembiayaan atau investasi,” imbuhnya.

Pandemi Covid-19 telah memukul keberlangsungan UMKM di tanah air. Hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan sekitar 94,69 persen UMKM mengalami penurunan penjualan selama masa pandemi.

Bahkan, survei ini juga menyebut sebanyak 72,02 persen usaha diperkirakan akan gulung tikar setelah bulan November nanti. Padahal, UMKM sejauh ini menyerap sekitar 97,02 persen tenaga kerja tanah air.

(heq/dpr)

Share :

Baca Juga

Sejumlah buruh dari berbagai daerah melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Raya Rancaekek, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Kamis 22 Oktober 2020. Selasa 27 Oktober 2020, buruh berencana demo kembali mengenai UMP 2021 Jawa Barat. Foto: Pikiran Rakyat/Armin Abdul Jabbar

NASIONAL

Sikapi Upah Minimum 2021, KSPI Berencana Demo di 24 Provinsi
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa. Foto: Istimewa

NASIONAL

UU Pilkada Harus Ramah bagi Calon Pemimpin Potensial
Pedagang mengemas sandal hasil industri kecil rumah tangga yang dipasarkan melalui daring di Denpasar, Bali, kemarin. Foto/Antara

UMKM

Dorong Warga Pakai Produk UMKM, Bukalapak Buat Rabu Lokal
Vaksin covid-19 produksi Sinovac. Foto/AFP

NASIONAL

RI Borong 426 Juta Vaksin Covid
Pelaku UMKM memperlihatkan produknya di marketplacr online. Foto/Antara/Andreas Fitri Atmoko

UMKM

Pemerintah Serius Dorong UMKM Go Digital
Ilustrasi Kartu Prakerja. Foto/Ist

NASIONAL

Syarat dan Cara Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11
Ilustrasi demo stop kekerasan seksual terhadap anak-anak. Foto/Antara

NASIONAL

Soal Kebiri Kimia, Polri Hanya Sebagai Penyidik
Ilustrasi kegiatan selama PSBB Transisi di Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

Update Corona 18 Januari: Tambah 9.086, Positif 917.015