Home / NASIONAL

Kamis, 4 Maret 2021 - 19:22 WIB

Vaksin Tak Jamin Atasi Varian Corona B117

Vaksin Covid-19 produksi Bio Farma. Foto/Istimewa

Vaksin Covid-19 produksi Bio Farma. Foto/Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan sejauh ini pemerintah belum bisa menjamin apakah varian baru virus corona B117 berpengaruh terhadap kemanjuran dan efektivitas vaksin asal perusahaan China, Sinovac.

Nadia mengatakan pihaknya masih harus menunggu hasil penelitian dari tim uji klinis vaksin Sinovac Universitas Padjajaran dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Secara khusus kita tidak ada penelitian untuk melihat efektivitasnya, tapi BPOM tentunya memantau hal ini ya,” kata Nadia melalui pesan singkat, Kamis (4/3).

Namun begitu, bila melihat perkembangan global, Nadia mengatakan sejauh ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa varian baru corona asal Inggris itu berpengaruh terhadap kinerja vaksin.

Badan Kesehatan Dunia (WHO), kata Nadia, juga belum merilis temuan resmi perihal merek vaksin yang tidak bisa mengatasi strain baru virus corona. Oleh sebab itu, ia meminta publik untuk tetap menunggu.

“Saat ini WHO belum ada bukti bahwa vaksin yang ada tidak efektif,” imbuhnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Pada Selasa (2/3) lalu, Budi menyampaikan hingga saat ini belum ada jurnal terkemuka di dunia yang memuat hasil riset para ahli tentang pengaruh varian corona B117 terhadap kemanjuran vaksin.

Namun demikian, Ketua Tim Riset Uji Klinis Covid-19 Sinovac dari Universitas Padjadjaran Kusnandi Rusmil mengatakan bila varian ini sudah terlalu jauh dari sifat virus yang asli, maka ada kemungkinan vaksin tak lagi efektif untuk menangkal virus corona.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad itu menjelaskan bahwa mutasi virus Inggris itu tidak lebih ganas, namun kecepatan penularannya memang diakui tinggi.

Sementara itu, epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono mengklaim vaksin yang ada saat ini masih bisa mengatasi varian baru corona B117. Ia menyebut efektivitas vaksin terhadap varian itu sudah terbukti.

Meski demikian, Pandu mengingatkan agar tetap mewaspadai varian baru virus corona lainnya. Ia mencontohkan varian baru virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan.

Pemerintah resmi mengumumkan telah mengidentifikasi dua kasus B117 di Indonesia. Keduanya merupakan kasus impor karena datang dari dua WNI Indonesia yang pulang dari Saudi Arabia. Mutasi virus yang diketahui pertama kali ditemukan di Inggris itu kini telah menyebar di lebih dari 33 negara.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi macet di Jakarta. Foto/Kumparan

NASIONAL

Tenang, Aturan Ganjil Genap bagi Sepeda Motor Belum Diberlakukan
Sejumlah anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. Foto/ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

NASIONAL

Peluang Ada Tersangka Baru Kasus Bentrok Polisi-FPI

NASIONAL

Presiden Jokowi: Pilkada Serentak 2020 Harus Berjalan Demokratis, Luber dan Jurdil
Relawan medis dan non medis yang tergabung dalam Gugus Tugas Covid-19 dapat santunan biaya premi BPJAMSOSTEK dari Baznas. Foto/Ist

NASIONAL

Komitmen Tim Relawan Bantu Tangani Pandemi Covid-19
Gedung Kejaksaan Agung kebakaran. Foto/Ist

NASIONAL

Tiga Tersangka Baru Kebakaran Kejagung Tak Ditahan
Ilustrasi -- Petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris. Foto/Antara

NASIONAL

Polisi Ungkap Belasan Terduga Teroris JAD Makassar Anggota FPI
Pemprov DKI Jakarta akhirnya menerapkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp50 juta kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab lantaran melanggar protokol kesehatan. Foto/Ist

NASIONAL

Pemprov DKI Jatuhkan Denda Rp50 Juta ke Rizieq Shihab

NASIONAL

Pertamina Siap Distribusikan 35 Ribu Paket Konverter Kit untuk Nelayan dan Petani