Home / GLOBAL

Rabu, 30 Desember 2020 - 23:13 WIB

Varian Baru Corona Sudah Masuk ke AS

Suasana lockdown di Amerika Serikat. Foto/AFP

Suasana lockdown di Amerika Serikat. Foto/AFP

JAKARTA, BERITANUSA.id – Amerika Serikat mendeteksi penularan mutasi virus corona (Covid-19) baru yang ditemukan di Inggris, pada salah seorang pasien yang berasal dari Negara Bagian Colorado.

Gubernur Colorado, Jared Polis, mengumumkan pasien tersebut merupakan pria berumur 20 tahunan dan tidak memiliki riwayat perjalanan luar negeri. Ia mengatakan saat ini pasien tersebut telah diisolasi di wilayah Elbert.

Infeksi terhadap pria itu menandakan kasus varian baru virus corona pertama di AS.

“Kami akan memantau kasus penularan ini dengan seksama, begitu juga dengan seluruh penularan Covid-19,” ujar Polis melalui pernyataan yang dirilis kantornya pada Selasa (29/12), seperti dikutip CNN.

Polis menuturkan pihak berwenang tengah berupaya mengidentifikasi kemungkinan pasien menjalin kontak dengan orang lain melalui pelacakan kontak dan wawancara.

“Tidak ada riwayat perjalanan berarti pasien tersebut tertular mutasi virus tersebut dari lingkungannya,” kata dr. Atur Gawande, anggota tim transisi presiden terpilih Joe Biden untuk penanganan Covid-19.

Penemuan kasus mutasi virus corona ini berlangsung ketika AS masih dilanda lonjakan penularan Covid-19 baru. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit AS bahkan mencapai yang tertinggi dalam sejarah.

AS masih menjadi negara dengan kasus corona dan kematian tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam tercatat memiliki lebih dari 19 juta kasus corona dengan 336 ribu kematian.

Sementara itu, penemuan kasus infeksi mutasi virus Covid-19 baru di Inggris memicu kewaspadaan dan kekhawatiran dunia.

virus corona baru ini disebut 70 persen lebih cepat menular. Meski begitu, para peneliti belum menemukan apakah mutasi baru virus corona ini menjadikan penularan lebih mematikan.

Sebagian peneliti juga mengatakan vaksin corona masih efektif membunuh mutasi baru virus tersebut.

Meski begitu, puluhan negara segera memberlakukan larangan bepergian (travel ban) turis dari/ke Inggris demi mengantisipasi penyebaran kasus Covid-19 yang disebabkan jenis baru virus corona baru tersebut.

Selain AS, beberapa negara seperti Australia, Singapura, dan Afrika Selatan juga menemukan penularan mutasi virus corona baru.

Share :

Baca Juga

Ilustrasi-Demo di Amerika Serikat. Foto/Istimewa

GLOBAL

Jelang Pelantikan Biden, Massa Pro Trump Siap Berontak
Petugas keamanan Bandara Internasional Kuala Lumpur mengawasi kedatangan penumpang pesawat di tengah pandemi covid-19. Foto/AFP/Mohd RASFAN

GLOBAL

Malaysia Berlakukan Darurat Covid-19 hingga Agustus 2021
Ledakan besar yang mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, mengakibatkan bangunan hancur hingga menewaskan banyak orang. Foto/AFP

GLOBAL

Bahan Kimia yang Meledak di Lebanon Disita dari Kapal Rusia
Kerusuhan oleh massa pro Donald Trump. Foto/Istimewa

GLOBAL

Massa Pro Trump Rusuh di Gedung Capitol, 4 Orang Tewas
Ledakan besar terjadi di pelabuhan Beirut, Lebanon. Foto/Istt

GLOBAL

Ledakan Besar Terjadi di Lebanon, Ratusan Bangunan Hancur
Aksi demonstrasi menentang kudeta militer Myanmar di Yangon. Foto/AFP

GLOBAL

Pedemo Myanmar Serukan Mogok Besar-besaran Tolak Kudeta
Vaksin virus corona (Covid-19). Foto/Ist

GLOBAL

Warga Brasil Tolak Vaksin Corona Buatan China
Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan menyematkan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi nama sebuah jalan di Abu Dhabi. Foto/Ist

GLOBAL

Presiden Joko Widodo Jadi Nama Jalan di UEA