Home / NASIONAL

Rabu, 10 Februari 2021 - 14:28 WIB

Aisha Weddings Anjurkan Layanan Nikah Muda hingga Poligami

Spanduk ajakan menikah muda aisha weddings. Foto/Facebook Aisha Weddings

Spanduk ajakan menikah muda aisha weddings. Foto/Facebook Aisha Weddings

JAKARTA, BERITANUSA.id – Sebuah jasa penyelenggara pernikahan, Aisha Weddings, menganjurkan pernikahan muda terhadap perempuan muslim. Situs jasa pernikahan dini itu pun viral di media sosial.

“Semua wanita muslim ingin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih,” tulis Aisha Weddings dalam situsnya, Rabu (10/2).

“Jangan tunda pernikahan karena keinginan egoismu, tugasmu sebagai gadis adalah melayani kebutuhan suamimu. Anda harus bergantung pada seorang pria sedini mungkin untuk keluarga yang stabil dan bahagia. Jangan menjadi beban bagi orang tua Anda, temukan pria lebih awal,” lanjut situs tersebut.

Situs tersebut juga menggambarkan pandangan orang tua perihal pernikahan dini. Aisha Weddings menganjurkan perempuan segera menikah karena banyaknya godaan yang harus dihadapi di zaman sekarang.

Aisha Weddings mengatakan media banyak menggambarkan kebebasan hubungan antara lelaki dan perempuan. Sementara perempuan, lanjut mereka, mengumbar aurat yang membuat hari ingin melakukan hal-hal yang berdosa.

Dalam ajakannya, Aisha Weddings juga menyematkan ajaran-ajarana agama Islam yang terkait pernikahan. Mereka pun menganjurkan agar laki-laki dan perempuan tidak berpacaran, karena akan membuka pintu perzinaan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) belum dapat menanggapi hal tersebut, namun menyatakan sedang menyiapkan pernyataan resmi terkait pernikahan muda.

Sementara di jejaring sosial Twitter, warga internet mengecam seruan Aisha Weddings karena dinilai mendukung pernikahan anak. Beberapa pengguna Twitter mengaku kesal melihat pernyataan di situs resmi mereka.

Tak hanya nikah muda, mereka juga seakan mengajak untuk poligami dan nikah siri.

Hal tersebut diungkapkan dalam situs Aisha Weddings bagian “Keyakinan Kami”. Dalam opsi tersebut, ada tiga pandangan Aisha Weddings, yakni Nikah Siri, Poligami, dan Untuk Kaum Muda.

Menurut Aisha Weddings, poligami merupakan hal yang diakui sesuai syariat islam. Mereka mengatakan hukum poligami di Indonesia diperbolehkan selama sang suami bisa berlaku adil.

“Dalam Islam, poligami merupakan suatu hal yang diterima dan diakui berdasarkan dalil-dalil ijtihad Al-Qur’an, hadis, ijma’ para fuqaha mazhab-mazhab Islam dan telah dipraktikkan oleh kaum Muslimin,” ujarnya dalam laman tersebut, dikutip Rabu (10/2).

“Hukum poligami di Indonesia diperbolehkan selama sang suami bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya. Poligami juga sah di mata hukum negara jika sang suami telah memenuhi syarat-syarat untuk melakukan poligami,” tulis laman tersebut.

Aisha Weddings juga menjabarkan keuntungan poligami, seperti terlindung dari budaya barat asusila, tidak menyimpang dengan melakukan zina, membantu menjaga kehormatan perempuan dan lelaki, dan dianggap sebagai solusi pasangan suami istri yang sulit punya anak.

Selain itu, sang suami yang hendak poligami juga diberikan semacam bekal untuk kehidupan rumah tangga. Menurut Aisha Weddings, sang suami mesti bersiap dan harus adil, menangani kecemburuan, memiliki manajemen waktu, dan berlaku adil bagi semua anak.

Namun, tak ada saran semacam ini yang ditujukan bagi istri yang akan dipoligami.

Sementara nikah siri, juga disebut dibolehkan sesuai ajaran agama atau adat istiadat.

“Walaupun nikah siri tidak terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA), itu dikatakan sah-sah saja secara norma agama,” kata Aisha Weddings.

Serupa dengan keyakinan akan poligami, Aisha Weddings juga merinci kelebihan nikah siri. Diantaranya, sah di mata agama, terhindar dari fitnah, lebih praktis, dan hemat. Meski tak dijelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud praktis dan hemat oleh Aisha Weddings.

Kemudian ada pula syarat yang mesti dipenuhi bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan siri. Diantaranya, laki-laki sudah menikah tidak boleh lebih dari empat istri.

Untuk perempuan, tidak boleh terikat oleh pernikahan dengan laki-laki lain (poliandri), jika janda sudah melewati masa iddah atau masa waktu untuk menjaga hubungan darah dengan mantan suaminya, menunjukkan akta cerai, dan jika masih gadis sebaiknya meminta izin pada wali yang memiliki hubungan darah (nasab).

Di bagian nikah siri ini Aisha Weddings tidak menjelaskan konsekuensi hukum yang mungkin akan timbul di masa depan akibat pernikahan tanpa legalitas tersebut, misalnya seperti kepengurusan status anak dan ahli waris.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Kepadatan arus lalu lintas terjadi pada sejumlah ruas jalan menjelang sore hari di Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto. Foto: Media Indonesia/Pius Erlangga

NASIONAL

Aman dan Tertib, Polri Sukses Kawal Mudik dan Arus Balik Libur Panjang
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto/Ist

NASIONAL

Terkait Proyek Jet Tempur Korsel, Prabowo Negosiasi Ulang
Ilustrasi vaksin. Foto/Pixabay

NASIONAL

Kemenkes Belum Putuskan Vaksin Merah Putih Mandiri atau Gratis
Ilustrasi Maybank. Foto/Ist

EKONOMI

Opsi Penggantian Tabungan Raib Rp22 M oleh Maybank
Ilustrasi--Pisau. Foto/Istimewa

NASIONAL

Plt Kadis Parekraf DKI Jakarta Ditusuk di Kantor
Vaksinator melakukan penyuntikan kepada peserta vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) di RSPP. Foto/Antara

NASIONAL

Jakarta Mulai Vaksinasi Massal, Ini 9 Syaratnya
Vaksin sionvac dinilai Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) terbuat dari bahan yang aman untuk manusia. Foto/Antara

NASIONAL

BREAKING NEWS: BPOM Terbitkan Izin Darurat Vaksin Sinovac
Kabag Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Biro PID Divhumas Polri Kombespol Tjahyono Saputro. Foto/Ist

NASIONAL

Polri Hentikan Izin Unjuk Rasa Selama Pandemi