Home / NASIONAL

Rabu, 24 Maret 2021 - 11:46 WIB

Wagub Klaim Antusiasme Warga DKI Disuntik Vaksin Cukup Tinggi

Pemerintah akan memberikan biaya ganti rugi atau kompensasi bagi penerima vaksin corona atau covid-19 yang mengalami efek samping atau kejadian ikutan pasca-vaksinasi, cacat ataupun meninggal dunia. Foto/Antara

Pemerintah akan memberikan biaya ganti rugi atau kompensasi bagi penerima vaksin corona atau covid-19 yang mengalami efek samping atau kejadian ikutan pasca-vaksinasi, cacat ataupun meninggal dunia. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui masih ada sebagian warga Jakarta yang menolak vaksinasi virus corona (Covid-19). Menurutnya ada sejumlah faktor yang menyebabkan warga masih enggan mendapat suntikan vaksin, meskipun demikian ia mengatakan antusiasme untuk vaksinasi justru lebih tinggi.

Pernyataan Riza itu sekaligus merespons hasil survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang menemukan warga DKI Jakarta paling tinggi menolak untuk divaksin dengan jumlah 33 persen.

“Mungkin masyarakat Jakarta masih ingin mengetahui lebih jauh lagi terkait vaksin kan ada beberapa produk. Kemudian yang kedua penolakan itu mungkin bukan semata-mata tidak ingin divaksin. Kan, memang ada tahapannya,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (23/3) malam.

Kendati begitu, menurutnya, sejauh ini justru antusiasme warga DKI untuk menerima vaksinasi cukup tinggi. Bahkan, pihaknya telah menambah jumlah vaksin, fasilitas kesehatan, hingga tenaga vaksinator supaya kemampuan penyuntikan per hari terus meningkat.

Ia mengklaim fakta di lapangan menunjukkan bahwa warga Jakarta antusias menyambut vaksin Covid-19.

“Fakta di lapangan yang kami temukan adalah banyak sekali warga yang minta divaksin. Setiap hari nelpon Gubernur, nelpon Wagub, nelpon wali kota sampai menghubungi kelurahan, semua Puskesmas, rumah sakit. Masyarakat antusias,” ujar pria yang juga Ketua DPD Gerindra DKI tersebut.

Bahkan, menurutnya, dari antusiasme itu ia melihat warga terkesan tidak sabar untuk mendapatkan vaksin. Namun demikian, Riza meminta warga untuk tetap bersabar menerima suntikan vaksinasi.

“Vaksin itu kan datangnya ada tahapannya, jumlahnya bertahap, tempatnya sekalipun di Jakarta lebih dari 500 fasilitas kita terus tingkatkan,” tuturnya.

“Artinya keinginan warga untuk itu jauh lebih tinggi daripada kemampuan kita menyiapkan vaksin menyiapkan tenaga sarana dan prasarana jauh lebih tinggi,” kata Riza menambahkan.

Hasil survei terbaru SMRC sebelumnya menunjukkan bahwa 33 persen warga Jakarta menolak divaksin. Menurut Direktur Riset SMRC, Deni Irvani hal itu cukup mengkhawatirkan karena Jakarta merupakan daerah yang memiliki tingkat penyebaran Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Survei yang mencakup semua provinsi di Indonesia ini dilakukan pada 28 Februari 2021-8 Maret 2021 dengan metode wawancara tatap muka. Survei melibatkan 1.220 responden yang dipilih secara acak, dengan margin of error 3,07 persen.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Logo Pemprov DKI Jakarta. Foto/Media Indonesia

NASIONAL

Pemprov DKI Gelar Seleksi Terbuka Jabatan Sekretaris Daerah
Ilustrasi polisi. Ist

NASIONAL

Medan dan Batam Sangat Rawan Konflik
Perayaan Hakordia 2020. Foto/Ist

NASIONAL

Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya Terima Penghargaan KPK
Presiden RI Joko Widodo. Foto/Antara

NASIONAL

Jokowi Ingin Sekolah Tatap Muka Juli 2021
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto/Ist

NASIONAL

Terkait Proyek Jet Tempur Korsel, Prabowo Negosiasi Ulang
Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto/Antara

NASIONAL

Idham Minta Jajarannya Dukung Listyo Sigit Jadi Calon Kapolri
Pembangunan Kompleks Stadion Papua Bangkit di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Foto/Antara

NASIONAL

Polri Curigai Ada Penyelewengan Dana Otsus Papua
Sistem ganjil genap Jakarta. Foto: Istimewa

NASIONAL

Penerapan Tilang Ganjil-Genap Mulai Berlaku Hari Ini