Home / NASIONAL

Senin, 10 Agustus 2020 - 17:04 WIB

Wakil Ketua DPR: Pemerintah Harus Lebih Perhatikan Petani

JAKARTA, BERITANUSA.id – Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menilai pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor pertanian layak mendapatkan perhatian dari Pemerintah, demi terus meningkatkan investasi pertanian.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal II-2020 minus hingga 5,32 persen. Secara kuartal, ekonomi terkontraksi 4,19 persen dan secara kumulatif terkontraksi 1,26 persen.

Namun pada saat yang sama, PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada kuartal II 2020. Kemudian, pertanian menjadi sektor utama penopang PDB yang tumbuh mencapai 2,19 persen pada kuartal II 2020.

Kontribusi pertanian pun meningkat dari 13,57 persen pada kuartal II 2019 menjadi 15,46 persen pada kuartal II 2020.

“Pertumbuhan sektor pertanian patut kita dukung dengan meningkatkan investasi dan memberikan banyak insentif. Peningkatan investasi Pemerintah dapat dilakukan melalui pemberian kredit pertanian, meningkatkan pendanaan penelitian dan pengembangan pertanian, intensifikasi penggunaan teknologi pertanian maupun peningkatan jumlah angkatan petani baru,” ujar Muhaimin dalam keterangan resminya, Jumat (7/8).

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) ini juga mengharapkan Pemerintah memberikan banyak insentif kepada petani.

Sebab, kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2020 belum sepenuhnya menguntungkan petani di Indonesia saat ini. Mengingat, tidak meratanya infrastruktur khususnya untuk mengangkut hasil panen serta panen raya yang berbarengan.

“Ini masalah selalu berulang. Harus ditemukan mekanisme penyerapan dan distribusi yang baik supaya tidak ada penumpukan saat panen. Harus dicari terobosan bagaimana improvisasi pada aspek distribusi hasil pertanian,” tandas politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) tersebut.

Muhaimin mengharapkan, Pemerintah dapat menyerap hasil produksi petani dengan harga yang layak. Sehingga, dapat mendongkrak NTP petani, khususnya sub-sektor tanaman pangan dan hortikultura.

Menurut Muhaimin, pertanian merupakan sektor pengungkit pertumbuhan ekonomi yang dapat diandalkan.

Maka, Muhaimin mendorong arah perubahan orientasi pertanian di Indonesia kepada konsep kedaulatan pangan. Sebagaimana, tercantum dalam RPJMN dan telah menjadi visi pemerintahan. Serta, sesuai dengan Deklarasi PBB tentang hak asasi petani dan rakyat yang bekerja di pedesaan (UNDROP).

“Tujuannya, menjadikan para petani dan nelayan sebagai produsen utama yang menghasilkan pangan tanpa tergantung importasi. Distribusi lahan melalui program reforma agraria dan diversifikasi pangan justru lebih tepat untuk segera dilaksanakan saat ini. Hal ini sekaligus dapat menjadi solusi di tengah krisis pangan disaat pandemi Covid-19 seperti saat ini,” pungkas Muhaimin. (rls/dpr)

Share :

Baca Juga

Suasana sidang di Mahkamah Konstitusi, Rabu (19/6). Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A

NASIONAL

MK Gelar Tiga Sidang Gugatan UU Ciptaker Hari Ini
Prajurit TNI menurunkan baliho bergambar Ketua FPI Rizieq Shihab di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto/MI

NASIONAL

Polri Tegaskan Pencopotan Baliho Rizieq karena Langgar Perda
Miftachul Akhyar. Foto/ANTARA/M Agung Rajasa

NASIONAL

Miftachul Akhyar Jabat Ketum MUI Gantikan Ma’ruf Amin
Kantor Bawaslu RI. Ist

NASIONAL

1.194 Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN di Pilkada 2020
Kepulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab disambut massa pendukungnya. Foto/AFP

NASIONAL

Meski Sudah Minta Maaf, Kasus Rizieq soal Kerumunan Berlanjut
Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) hadiri acara BES 2019 di Royal Tulip Gunung Geulis, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12). Foto/Ist

NASIONAL

Soal Megamendung, Bupati Bogor Dicecer 50 Pertanyaan
Ilustrasi PSBB Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Pemprov DKI Perpanjang PSBB hingga 8 Februari
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Kompas

NASIONAL

DKI Tetapkan Prosedur Isolasi Terkendali Covid-19