Home / GLOBAL

Senin, 18 Januari 2021 - 23:50 WIB

Warga Israel Alami Lumpuh Wajah Ringan Usai Vaksin Pfizer

Vaksin virus Corona. Foto/Ist

Vaksin virus Corona. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Sebanyak 13 warga Israel mengalami kelumpuhan wajah atau Bell’s Palsy ringan dan sementara usai disuntik vaksin corona Pfizer.

Israel telah memulai vaksinasi Covid-19 dengan vaksin Pfizer pada 20 Desember lalu. Hingga kini lebih dari 2 juta warga Israel telah disuntik vaksin tersebut.

Kementerian Kesehatan Israel mengatakan hal itu terjadi akibat efek samping vaksin. Diperkirakan jumlah kejadian itu bisa jauh lebih tinggi.

“Setidaknya selama 28 jam saya mengalami itu (kelumpuhan wajah),” kata salah satu orang yang mengalami efek samping tersebut kepada Ynet.

“Saya tidak bisa mengatakan itu benar-benar hilang setelahnya, tetapi selain itu saya tidak memiliki rasa sakit lain, kecuali rasa sakit kecil di tempat suntikan itu, tidak ada yang lebih dari itu,” kata dia seperti dilaporkan Jerusalem Post, Sabtu (16/1).

Pejabat kesehatan sempat mempertimbangkan untuk tidak memberikan dosis kedua untuk 13 orang tersebut. Namun Kementerian Kesehatan merekomendasikan agar dosis kedua tetap diberikan.

Kementerian Kesehatan meyakini dosis kedua tetap harus diberikan asalkan orang tersebut telah pulih dari kelumpuhan.

Sementara itu Direktur Unit Penyakit Menular di Sheba Medical Center Prof Galia Rahav mengaku ragu memberikan dosis kedua vaksin ke orang-orang yang mengalami efek samping itu.

“Memang benar bisa diberikan sesuai dengan Kementerian Kesehatan, tapi saya merasa kurang nyaman.”

Dia mengungkapkan bahwa tidak ada yang bisa memastikan apakah kelumpuhan ini terkait dengan vaksin atau tidak.

“Itu sebabnya saya tidak akan memberikan dosis kedua kepada seseorang yang menderita kelumpuhan setelah dosis pertama.”

Beberapa waktu lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menunjukkan vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech dapat menyebabkan Bell’s Palsy.

Temuan FDA mendapati dari 22 ribu partisipan penerima vaksin, empat di antaranya mengalami Bell’s Palsy. Bell’s Palsy adalah suatu kelainan yang ditandai dengan kelumpuhan sementara otot-otot wajah.

Salah satu penderita mengalami kelumpuhan otot-otot wajah sekitar tiga hari setelah penyuntikan. Keadaan kembali normal setelah tiga hari. Tiga orang lain mengalami kelumpuhan otot wajah setelah 9-48 hari pasca penyuntikan. Keluhan berangsur membaik setelah hari ke-10.

Dokter I Made Cock Wirawan menjelaskan penyebab pasti Bell’s Palsy hingga saat ini juga belum diketahui. Namun, kelainan bisa sembuh dengan sendirinya.

(int)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi Covid-19 di dunia. Foto/AFP

GLOBAL

WHO: 2022 Kehidupan Akan Kembali Normal
Trump Plaza Casino. Foto/Istimewa

GLOBAL

Gedung Kerajaan Kasino Milik Trump Diledakkan
Kesiapan rumah sakit tangani pasien Covid. Foto/Antara

GLOBAL

Sejumlah Pemimpin Dunia Minta Maaf Soal Penanganan Pandemi
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. Foto/Ist

GLOBAL

PM Malaysia Muhyiddin Yassin Diminta Mundur
Seorang pria telah sembuh dari infeksi virus korona infection meninggalkan rumah sakit di Wuhan, Hubei, Tiongkok, Rabu (10/3/2020). Foto/AFP

GLOBAL

China Izinkan Tim WHO Masuk Teliti Covid-19
Ilustrasi gempa dan tsunami. Foto/Ist

GLOBAL

Gempa Magnitudo 7.5, Tsunami Terjang Alaska
Perdana Menteri (PM) Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin. Foto/Istimewa

GLOBAL

PM Malaysia Belajar Tangani Pandemi dari Indonesia
Foto: Istimewa

GLOBAL

Palestina Kecam Keras Google-Apple