Home / EKONOMI / NUSANTARA

Selasa, 26 Januari 2021 - 13:28 WIB

Warga Keluhkan Bansos Ayam Hidup di Cianjur

Ilustrasi warga saat menerima bantuan uang tunai. Foto/Antara

Ilustrasi warga saat menerima bantuan uang tunai. Foto/Antara

CIANJUR, BERITANUSA.id – Warga penerima bantuan sosial berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengeluhkan penerimaan ayam hidup saat mencairkan bantuan. Lazimnya, warga penerima bantuan ini menerima dalam bentuk daging ayam potong.

Warga mengaku keberatan dengan bantuan dalam bentuk ayam hidup lantaran harus menyembelih terlebih dulu alih-alih tinggal mengolah.

“Sempat heran kenapa dikasihnya ayam hidup, bukan daging ayam. Tidak dikasih tahu kenapa,” ucap Mpuy (bukan nama sebenarnya), salah satu warga Desa Pagelaran, Cianjur, Senin (25/1).

Sejumlah warga lain juga merasa kesal karena ayam yang diterima dalam kondisi mati ketika tiba di rumah.

“Ada juga yang mati saat sampai di rumah. Sudah bingung, kesal juga karena jadinya malah tidak bisa diolah. Mau disembelih juga sudah tidak bisa, karena kondisinya mati,” tuturnya.

Kepala Dinsos Jabar Dodo Suhendar menyatakan sejak penyaluran BNPT tidak ada laporan keluhan terkait pembagian tersebut. Namun ia memastikan tim Dinsos Jabar mengecek ke lapangan.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Cianjur Surya mengaku baru mendengar ada kasus pembagian BNPT yang diberi ayam hidup.

Biasanya bantuan dari Kementerian Sosial itu berupa sembako. Warga atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan diberi bantuan dengan nilai Rp200 ribu melalui kartu khusus yang ditukarkan dengan sembako di jaringan layanan bernama e-Warong.

Warga akan menerima empat komoditas berupa beras sebagai sumber karbohidrat, telur, daging sapi, daging ayam dan ikan sebagai sumber protein hewani, kacang-kacangan atau tahu tempe sebagai protein nabati, hingga buah-buahan sebagai sumber vitamin.

Ia mengaku akan segera menindaklanjuti kasus tersebut. “Segera akan dicek,” kata Surya.

Pihak Kemensos juga menyatakan sedang mengecek pembagian bantuan tersebut.

“Di bagian bawah Dinsos akan melakukan pengecekan. Tunggu saja,” ujar Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kemensos Herman Koswara.

Di Jabar sendiri tercatat 3.515.180 KPM sebagai penerima BPNT ini. Jumlah ini berkurang dari tahun sebelumnya, yang dialokasikan sebanyak 3.721.490 KPM.

(cnn/nus)

Share :

Baca Juga

dok/Kementerian PUPR

EKONOMI

PUPR Manfaatkan Teknologi Berbasis UMKM
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto/Pikiran Rakyat

EKONOMI

Indonesia Diberi Pendanaan 103,8 Juta Dolar AS
Ilustrasi uang digital Bitcoin. Foto/Tirto

EKONOMI

Resmi! Indonesia Punya Bursa Uang Digital Legal
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menawarkan produk yang dijual saat pameran produk UMKM di Kuta, Bali, beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

EKONOMI

LKPP Susun Aturan Pengadaan Produk Dalam Negeri dan UMKM
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu. Foto/BPMI Setpres

EKONOMI

Jokowi Perintahkan Mendag Antisipasi Harga Pangan
Petugas mengoperasikan alat deteksi dini COVID-19 bernama GeNose C19 di Gedung Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/1). Foto/Antara

EKONOMI

Soal GeNose, Kemenhub Tunggu Izin Satgas Covid
Pekerja memanen kelapa sawit di Desa Rangkasbitung Timur, Lebak, Banten, Selasa (22/9/2020). Foto/Antara

EKONOMI

Program B30 Belum Dinikmati Petani Sawit
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto diwakili oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto menerima kedatangan Satuan Tugas (Satgas) Kompi Zeni (Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII F United. Foto/TNI

NUSANTARA

Kasum TNI Terima Kedatangan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII F/Minusca Car