Home / NASIONAL

Minggu, 11 Oktober 2020 - 12:15 WIB

Waspada, Marak Penipuan Akun Pendaftaran Prakerja

Ilustrasi daftar Kartu Prakerja. Foto/Ist

Ilustrasi daftar Kartu Prakerja. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Dalam beberapa hari terakhir ini marak kabar adanya pendaftaran program prakerja. Namun menariknya, alamat website yang digunakan untuk mendaftar berbeda dengan alamat resmi prakerja.go.id.

Masyarakat pun diminta waspada dengan adanya penipuan mengatasnamakan Prakerja. Sekedar diketahui, beredar sebuah narasi bahwa pemerintah akan memberikan bantuan Rp600 ribu setiap bulan terkait program Kartu Prakerja.

Para pihak itu diminta untuk mendaftarkan diri melalui situs https://prakerja.vip. Jika telah mendaftarkan diri dengan mengisi formulir yang tersedia di situs itu, maka bantuan akan dikirimkan melalui rekening bank.

“Daftar Prakerja Sekarang
Dapatkan bantuan sebesar 600.000 dari pemerintah lewat program prakerja
Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya
yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.
Bantuan akan dikirim setiap bulan selama program ini berjalan
Langkah untuk mendaftar Prakerja
? Kunjungi situs https://prakerja.vip
? Isi formulir data diri
? Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email/nomor hp
? Bantuan akan dikirim melalui rekening bank
harap bagikan pesan ini kepada kerabat yang membutuhkan

https://prakerja.vip,” bunyi narasi yang banyak beredar di grup WA.

Menanggapi hal ini, manajemen Prakerja meminta masyarakat tak mudah percaya dengan oknum yang mengatasnamakan prakerja. Dalam keterangan resmi di Instagram prakerja.go,id, masyarakat diminta menanyakan ke nomor 0800-150-3001 (bebas pulsa) jika ingin menanyakan soal program prakerja.

“Sobat Prakerja, mohon waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Kartu Prakerja. Alamat situs Kartu Prakerja yang resmi hanya www.prakerja.go.id. Pastikan Sobat tidak memberikan data pribadi seperti NIK (Nomor Induk Kependudukan), nomor KK (Kartu Keluarga), nomor HP, alamat email, atau data pribadi lainnya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab,” demikian bunyi pernyataan Prakerja.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau masyarakat jangan mudah mengunggah data kependudukan, seperti KTP elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Identitas Anak (KIA) ke media sosial. Sebab, data itu akan muncul dalam mesin pencari Google sehingga mudah disalahgunakan bahkan diperjualbelikan.

Banyaknya gambar KTP-el dan KK yang tersebar di Google juga menjadi celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan,” kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh dalam siaran pers, Sabtu (27/7) lalu.

Masyarakat pun dengan enteng menyerahkan copy KTP-el, KK untuk suatu keperluan, seperti mengurus SIM dan lainnya melalui biro jasa.

“Data KTP-el dan Nomor HP kita itu sudah kita sebarluaskan sendiri saat masuk hotel, perkantoran, dan lain-lain. Tak ada jaminan data tadi aman tidak dibagikan ke pihak lain sehingga muncul banyak penipuan,” sebut Zudan.

(*)

Share :

Baca Juga

Foto udara Sejumlah kendaraan melintas di tol Jakarta-Cikampek I dan II, Jatimulya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (28/10). Foto/Antara

NASIONAL

Arus Lalu Lintas Jelang Imlek Diprediksi Naik Mulai Hari Ini
Kapolri Idham Aziz. Foto/Ist

NASIONAL

Kapolri: Jangan Sampai Polri Jadi Klaster Baru Covid-19
Kawasan Puncak Bogor. Foto/Pikiran Rakyat

NASIONAL

Kawasan Puncak Bogor Akan Ditutup Jika Lebihi Kapasitas

NASIONAL

DPR Dukung Penguatan Hubungan Strategis Indonesia-Singapura
Gedung Asabri. Foto/Istimewa

NASIONAL

Tersangka Kasus Asabri Bisa Dituntut Penjara Seumur Hidup
Ilustrasi Peluru dan Senjata Api. Foto/Antara

NASIONAL

Oknum TNI-Polri Terlibat Dugaan Penyuplai Senpi KKB di Papua
Suasana DKI Jakarta. Ist

NASIONAL

Sepekan PSBB, Lalu Lintas DKI Lancar
Banjir ibu kota Jakarta. Foto/BPBD DKI

NASIONAL

Banjir Setinggi 150 Sentimeter Genang Wilayah DKI