Home / NASIONAL

Senin, 28 September 2020 - 11:38 WIB

Waspada, Penularan Virus Corona Terjadi dari Orang Terdekat

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Doni Monardo. Foto/Ist

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Doni Monardo. Foto/Ist

BANDA ACEH, BERITANUSA.id – Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat memahami perantara penularan penyakit virus corona berbeda dengan flu burung atau flu babi. Penularan virus corona jenis baru itu terjadi setelah ada kontak langsung dari orang-orang terdekat.

“Covid-19 ini yang menyebarkan bukan seperti flu burung atau flu babi. Flu babi dan flu burung ditularkan oleh hewan, Covid-19 ini ditularkan oleh manusia,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Doni Monardo dalam keterangan resminya, Senin (28/9).

Menurut Doni, terjadinya penularan penyakit yang menyerang sistem pernafasan itu justru berasal dari orang-orang yang terdekat dan berada di lingkup sekitar. Dengan kata lain, orang-orang terdekat ini saling mengancam apabila tidak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

“Dan bukan orang yang jauh dari kita. Yang menulari kita adalah orang yang terdekat, siapa orang terdekat, yakni keluarga, saudara, sanak, famili atau teman sekerja. Itulah yang berpotensi. Jadi sebenarnya kita yang terdekat satu sama lain itu adalah saling mengancam kalau tidak hati-hati,” jelasnya.

Doni mengungkapkan, hal itu juga dibuktikan berdasarkan hasil data Satgas Penanganan Covid-19 yang menunjukkan sebanyak 7 persen penderita Covid-19 di Wisma Atlet adalah mereka yang tidak pernah keluar rumah. Data tersebut sekaligus kembali menegaskan bahwa para penderita Covid-19 tertular dari orang-orang yang berada didekatnya.

“Sebanyak 7 persen responden yang dirawat di Rumah Sakit Wisma Atlet itu adalah kelompok yang tidak pernah beraktivitas di luar rumah,” terang Doni.

Sebelumnya pemerintah telah memberi imbauan untuk masyarakat agar tetap berada di rumah. Namun hal itu pun menjadi tidak efektif ketika salah satu anggota keluarga tidak patuh menjaga protokol kesehatan dan tidak hati-hati.

“Jadi sebenarnya tidak ada lagi tempat yang aman ketika kondisi kita sekarang ini masih ada pandemi,” ujar Doni.

Melihat adanya situasi tersebut, Doni juga mengingatkan bahwa ancaman pandemi Covid-19 tidak akan berakhir dan manusia akan terus menjadi perantara.

Lebih lanjut, Doni mengatakan, meskipun pemerintah akan memberikan vaksin, tapi hal itu juga tidak berarti kemudian seseorang tidak tertular dan menghentikan Covid-19. Namun, dengan vaksin seseorang memiliki kekebalan tubuh lebih kuat dalam merespon dan melawan adanya infeksi virus.

“Namun sekali lagi, vaksin ini tidak serta merta menghentikan Covid-19. Covid-19-nya ada terus, yang divaksin ini bisa tahan, sementara yang tidak divaksin tetap saja nanti bisa menjadi terpapar Covid-19,” tandasnya.

(heq/bpb)

Share :

Baca Juga

Dirjen Bina Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin. Foto/MI

NASIONAL

Kemenag Rombak Aturan Soal Lembaga Zakat Danai Teroris
Ketua KAMI Ahmad Yani. Foto/Ist

NASIONAL

Hari Ini, Bareskrim Polri Periksa Ketua KAMI Ahmad Yani
Kesiapan rumah sakit tangani pasien Covid. Foto/Antara

NASIONAL

Pemprov DKI Siapkan 17 Hotel untuk Penanganan Corona
Ilustrasi tsunami. Foto/Ist

NASIONAL

Dua Potensi Besar Pemicu Tsunami di Selatan Jawa
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7). Foto/Antara/Akbar Nugroho Gumay

NASIONAL

Satgas Godok Protokol Kesehatan Sekolah Tatap Muka Juli 2021
Ilustrasi--kotak amal. Foto/IstIlustrasi--kotak amal. Foto/Ist

NASIONAL

Polisi: Jamaah Islamiyah Cari Uang Lewat Kotak Amal
Ilustrasi tes usap atau swab test antigen. Foto/Antara

NASIONAL

Polri Beri Tes Usap Gratis Secara Acak ke Pemudik
Polisi pasang kawat berduri. Foto/Detik

NASIONAL

8.000 Personel TNI-Polri Dikerahkan Antisipasi Demo Mahasiswa