Home / NASIONAL

Selasa, 6 Oktober 2020 - 17:59 WIB

Wawancara ‘Kursi Kosong’ Terawan, Najwa Shihab Dilaporkan Polisi

Najwa Shihab. Foto/Tangkapan layar acara

Najwa Shihab. Foto/Tangkapan layar acara "Mata Najwa"

JAKARTA, BERITANUSA.id – Relawan Jokowi (Joko Widodo) Bersatu melaporkan Najwa Shihab ke Polda Metro Jaya. Presenter kondang itu dilaporkan setelah melakukan wawancara monolog dengan ‘kursi kosong’ yang dipresentasikan sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dalam program Mata Najwa.

Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu Silvia Devi Soembarto mengatakan, tindakan Najwa Shihab mewawancari kursi kosong itu tidak dibenarkan. Menurut dia, tindakan tersebut merupakan cyber bullying.

“(Tindakan) itu cyber bullying karena narasumber tidak hadir kemudian diwawancarai dan dijadikan parodi. Parodi itu suatu tindakan yang tidak boleh dilakukan kepada pejabat negara, khususnya menteri,” kata Silvia di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/10).

Silvia menambahkan, pihaknya tergerak untuk melaporkan Nana, sapaan akrab Najwa Shihab, karena Menteri Terawan adalah representasi Presiden Joko Widodo.

“Menteri Terawan adalah pejabat negara. Hal yang membuat saya sebagai Ketum Relawan Jokowi Bersatu marah adalah menteri ini adalah representasi Jokowi, dan Presiden Jokowi adalah kami relawannya. Jadi apa pun yang terjadi dengan Presiden dan pembantunya, ya kami harus bersuara,” jelasnya.

Silvia mengkhawatirkan jika tindakan Najwa Shihab dibiarkan akan berulang dan berpotensi ditiru oleh wartawan lainnya. Ia menilai melakukan wawancara kosong kepada narasumber dan itu memberikan preseden buruk kepada wartawan sendiri.

“Kami diterima oleh SPKT dan kami akan menuju ke siber. Karena kami berurusan dengan UU ITE dan juga pejabat menteri yang notabene adalah pejabat negara. Terlapornya juga kami akan memberikan somasi kepada ke Trans7 dan kami akan melakukan melaporkan kepada dewan pers setelah ini,” tegas Silvia.

Namun laporan Silvia ditolak polisi. Polisi mengarahkan Silvia untuk melapor ke Dewan Pers karena Najwa Shihab adalah seorang jurnalis, yang dilindungi oleh UU Pers.

“Jadi tadi diarahkan oleh polisi ke Dewan Pers karena kasus ini ada hukum yang berlaku di luar hukum perdata dan pidana. Diminta rekomendasi dan referensi (Dewan Pers). Contohnya Dewan Pers punya UU Pers mana saja pasal yang dilanggar. Kode etik mana yang dilanggar, gitu,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak Dewan Pers. Setelah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Pers, Silvia mengatakan pihaknya akan kembali mendatangi Polda Metro Jaya untuk melanjutkan laporan tersebut.

(heq/dbs)

Share :

Baca Juga

Gedung DPR RI tengah dilakukan penyemprotan disenfektan. Foto/Suara

NASIONAL

Baleg DPR Klaim Draf UU Ciptaker yang Beredar Bukan Naskah Asli
Ilustrasi--Uang Rp100 ribu. Foto/Istimewa

NASIONAL

Skema Penyaluran Bansos Covid-19 di DKI Tahun 2021
Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab. Foto/MI

NASIONAL

Jika Mangkir Lagi, Polisi Jemput Paksa Rizieq Shihab
Ilustrasi operasi yustisi. Foto/Ist

NASIONAL

Polri Catat Total Denda Rp702 Juta dalam Sepekan Operasi Yustisi
Kantor Bawaslu RI. Ist

NASIONAL

1.194 Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN di Pilkada 2020
Polda Metro Metro Jaya menggelar Gerakan Donor Plasma Konvaselen untuk pasien Covid-19. Foto/Istimewa

NASIONAL

Polda Metro Gelar Donor Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19
Suasana gerbong Moda Raya Terpadu (MRT) yang sepi saat Hari Raya Idul Fitri di Jakarta, Minggu (24/05/2020). Foto/MI

NASIONAL

Jadwal Antar-Kereta MRT Jadi 10 Menit Mulai Hari Ini
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Foto/Ist

NASIONAL

Asesmen Bukan Sekedar Pengganti Ujian Nasional