Home / TOPAD

Selasa, 29 September 2020 - 22:13 WIB

Wisata Tampahan, Mau Kita Bawa Kemana?

Dok/Beritanusa.id

Dok/Beritanusa.id

Oleh: Topad, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

HIRUK pikuk pengembangan wisata tanah air patut kita sambut dengan baik dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Diharapkan dalam masa krisis ini sektor wisata dapat menjadi alternatif utama dalam menopang perekonomian masyarakat mengingat potensi yang tersedia sangat memungkinkan. Perwujudan dari harapan ini perlu ada kemanunggalan antara rakyat dan pemerintah agar perencanaan dan program-program yang dibuat dapat diimplementasikan dengan baik serta dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat.

Menyikapi hal tersebut dan berdasarkan pengamatan saya ke lapangan, saya yakin bahwa pemerintah telah menyusun secara matang terkait goal, road map, strategy map, tujuan-tujuan strategis (strategic objectives), detail program, timing dan person in charge (PIC) dari masing-masing stakeholder.

Namun yang perlu saya ingatkan adalah sinergi dan sosialisasi atas program tersebut dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat dengan baik, karena tidak bisa dipungkiri bahwa keberhasilan dari semua program ini intinya adalah pada rakyat. Tujuan akhir dari semua strategy maps yang dipilih, tujuan akhirnya adalah rakyat dapat merasakan, menikmati dan menimbulkan kesejahteraan bagi rakyat tersebut. Oleh sebab itu masyarakat harus dilibatkan, harus memegang peranan penting dan harus berperan aktif.

Saya coba mengambil contoh dalam scope yang lebih kecil terkait kampung halaman saya yang terletak di Tampahan, Balige. Selama dua hari saya berada di lokasi tersebut dengan menelusuri beberapa lokasi yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Dibenak saya sudah tersusun langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah bersama rakyat. Namun banyak yang tidak saya temukan selama kunjungan saya tersebut, yang ada hanyalah permasalahan-permasalahan internal masyarakat yang sangat berpotensi untuk menghambat kelancaran pengembangan wisata di lokasi yang dimaksud.

Dari sekian banyak permasalahan yang ada, satu yang sangat mengganjal dalam pikiran saya adalah banyaknya kepemilikan lahan yang sudah berpindah, terjadi konflik kepemilikan tanah, pengembangan lahan yang dapat merusak alam dan berpengaruh ke program parawisata dimaksud. Dalam tulisan ini saya coba membatasi pada isu kepemilikan tanah dan pengelolaan lahan wisata.

Dok/Beritanusa.id

Dok/Beritanusa.id

Kepemilikan Tanah

Pada tulisan saya sebelumnya, kepemilikan tanah di lokasi wisata yang akan dikembangkan menjadi destinasi wisata, sebagian besar adalah tanah adat. Artinya bahwa tanah adat tersebut adalah milik bersama dari seluruh masyarakat yang pernah mendiami atau tinggal di lokasi tersebut sejak nenek moyang kita dulu. Artinya tidak boleh ada pihak yang mengklaim bahwa tanah tersebut hanya miliknya. Pendekatan tanah adat jangan diselesaikan dengan pendekatan hukum, karena efeknya akan berlarut-larut dan dapat memecah kebersamaan yang sangat diperlukan dalam pengembangan wisata, khususnya Tampahan.

Pendekatan yang lebih tepat sesuai dengan nilai-nilai yang ditinggalkan oleh leluhur kita adalah kebersamaan, misalnya dengan perkumpulan, yayasan, koperasi dan sebagainya yang dapat dinikmati bersama. Hilangkan dalam pikiran saudara-saudaraku untuk menguasai dan hanya mementingkan kepentingan diri sendiri, apalagi ada pikiran menguasai untuk dapat dijual ke pihak lain dengan harga yang menggiurkan. Sadari nantinya, bukan pada saudaraku saat ini, dirasakan generasi berikutnya yang hanya akan menjadi penonton di kampung halamannya sendiri. Apakah seperti itu yang kita inginkan?

Dok/Beritanusa.id

Dok/Beritanusa.id

Pengelolaan Lahan

Prihatin melihat Dolong Tolong yang dieksploitasi oleh pihak tertentu dengan menggali batu-batuan yang ada di lokasi tersebut. Apakah penggalian yang terus-menerus tersebut disuatu saat tidak menimbulkan pengaruh yang sangat besar mempengaruhi struktur tanah Dolok Tolong tersebut? Jika suatu saat terjadi longsor dan menimbulkan musibah di sekitar Dolok Tolong siapa yang bertanggung jawab? Pertanyaan besar berikutnya, apakah masalah ini tidak ada yang memikirkan? Dan kenapa bisa ada pihak yang melakukan penggalian di situ? Apakah Pemda Tobasa mengetahui permasalahan ini?

Kemudian penulusuran saya berikutnya ada pemapasan tebing yang berada di lokasi dekat Pantai Pangkodian yang sangat berpotensi menimbulkan longsor di wilayah tersebut. Kenapa pula bisa terjadi? Apakah sudah ada kajian dan ijin dari pihak yang berwewenang?

Diharapkan agar pihak terkait memperhatikan permasalahan ini, paralel dengan menyusun secara matang terkait goal, road maps, strategy maps, tujuan-tujuan strategis (strategic objectives), detail program, timing dan person in charge (PIC) dari masing-masing stakeholder. Jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari, ketika program sudah jelas, alam sudah rusak, sehingga harus mengeluarkan anggaran yang besar untuk memperbaiki alam yang sudah rusak tersebut.

Dok/Beritanusa.id

Dok/Beritanusa.id

Saya memahami bahwa masalah pengembangan destinasi wisata bukan hanya masalah tersebut di atas, namun masalah tersebut harus segera dihambat. Dalam perjalanan tersebut, penulis membawa beberapa arsitek dan sudah mempersiapkan beberapa alternatif bentuk wisata yang sesuai dengan alam dan kondisi wilayah Tampahan. Masterplan dan desain yang sudah dibuat sangat detail oleh beberapa arsitek yang sudah terdaftar di IAI yang nantinya akan kami donasikan ke masyarakat setempat, komunitas Tampahan dengan catatan pengembangannya melibatkan masyarakat setempat baik lokal, maupun yang ada di Pangarantoan. Prinsipnya adalah dikembangkan oleh rakyat itu sendiri, tepatnya komunitas Tampahan, pelaku utama Komunitas Tampahan serta bermanfaat untuk komunitas Tampahan dan rakyat lainnya secara keseluruhan. Mari kita bersatu, kita kembangkan bersama, tunggu apa lagi. Salam. TOPAD.

Share :

Baca Juga

Ketua Umum PUSATNUSA Parluhutan S. Foto/pribadi

TOPAD

Just Do It
Parluhutan (Topad),Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

TOPAD

Menanti Vaksin Covid-19
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Imlek Milik Siapa?
Parluhutan (Topad), Pendiri Perkumpulan Aliansi Perduli Indonesia Jaya

TOPAD

Strategi Ideal Pasca Covid-19 dengan Metode Balance Scorecard
Ketua Umum PUSATNUSA Topad. Foto/pri

TOPAD

Nang Gumalunsang Angka Laut
Parluhutan S (Topad), Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

TOPAD

Kapolres dan Dandim di Lokasi Habib Rizieq Dirawat
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Perwujudan ‘Polisi dan Indonesia Raya Terbarukan’
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad). Pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

TOPAD

Lakumu Pancasilais Lebih Top Dari Hanya Bicara Lembaga, RUU dan Demo