Home / EKONOMI / UMKM

Kamis, 3 September 2020 - 09:40 WIB

Yang Sudah Dapatkan BLT UMKM Segera ke Bank, Jika Lama Akan Ditarik Lagi

Ilustrasi uang Rupiah. Foto/iStock

Ilustrasi uang Rupiah. Foto/iStock

JAKARTA, BERITANUSA.id – Presiden Joko Widodo meluncurkan program Banpres (Bantuan Presiden) Produktif UMKM sebagai salah satu skema untuk membantu para pelaku usaha kecil dan mikro. Banpres Produktif ini menambah skema insentif bagi usaha mikro dan kecil yang sebelumnya telah diberikan oleh pemerintah.

Akan tetapi yang sudah dapat bantuan langsung tunai (BLT) UMKM wajib segera ke bank. Sebab jika terlalu lama mencairkan bisa ditarik lagi sama pemerintah.

Pemerintah telah meluncurkan program Bantuan Presiden ( Banpres) Produktif atau Bantuan Langsung Tunai ( BLT) sebesar Rp 2,4 juta kepada pengusaha mikro sebagai dana hibah untuk membantu para pengusaha di tengah pandemi covid-19. Bantuan tersebut sudah disalurkan ke lebih dari 838.444 pengusaha mikro per 28 Agustus 2020.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman meminta penerima BLT UMKM segera datang ke bank untuk melakukan proses pencairan. Sebab bila tidak melakukan proses verifikasi atau pencairan dana, maka bantuan tersebut akan ditarik atau dikembalikan ke pemerintah.

Pengusaha mikro yang dapat bantuan akan diberitahukan dari SMS, dalam pemberitahuan itu mereka diarahkan untuk datang ke perbankan Himbara. Jadi ketika disuruh untuk datang ya harus datang mengkonfirmasi, lalu dicairkan lah dana tersebut.

Dia bilang, dana BLT ini memiliki batas pencairan hingga 3 bulan setelah dana sudah disalurkan. Bila tidak dilakukan pencairan atau konfirmasi sama sekali, maka pihak perbankan harus mengembalikan dananya kembali ke pemerintah. Menurut Hanung, hal ini harus dilakukan untuk mendorong program Banpres Produktif menjadi tepat sasaran dan efektif.

Namun syarat agar pelaku usaha mikro bisa mendapatkan bantuan ini adalah harus dipastikan bahwa calon penerima belum pernah mendapatkan atau menerima bantuan peminjaman sama sekali dari pihak perbankan.

Kepala Negara menegaskan bahwa Banpres Produktif ini bukan merupakan pinjaman atau kredit, melainkan hibah. Pada kesempatan tersebut, Presiden meluncurkan bantuan senilai Rp2,4 juta untuk satu juta pelaku usaha mikro dan kecil.

“Kita harapkan nanti di akhir Agustus akan dibagi kepada 4,5 juta usaha mikro dan kecil. Akhir September 9,1 juta dan setelah itu 12 juta. Jadi totalnya nanti 12 juta usaha mikro dan kecil yang akan diberikan Banpres Produktif ini, sebesar Rp2,4 juta,” jelasnya.

Untuk penyalurannya, Presiden menjelaskan bahwa dana bantuan akan langsung ditransfer kepada rekening para pelaku usaha langsung, tanpa melalui pihak lain. (*)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi masker. Foto/Ist

NASIONAL

Kemenkop Akan Gandeng UKM untuk Produksi Masker dalam Jumlah Besar
Foto: BPMI Setpres

NASIONAL

Jokowi Serahkan Bantuan Modal Kerja untuk UMKM
Ilustrasi--Bansos tunai. Foto/Pikiran Rakyat

EKONOMI

Cara Lapor Jika Bansos Tunai Kena Potongan
Menko Perekonomian Airlangga Hartato. Ist

EKONOMI

Menko Airlangga Bidik Peluang Relokasi Industri ke Asia Tenggara
Ilustrasi UMKM digital. Foto/Ist

UMKM

60 Persen Pelaku UMKM Belum Melek Digital
Ilustrasi ekspor dan impor. Foto/Istimewa

EKONOMI

Penjaminan Kredit Modal Kerja dari LPEI, Salah Satu Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional
Ilustrasi warga saat menerima bantuan uang tunai. Foto/Antara

EKONOMI

Bansos Tunai Rp300 Ribu Cair Hari Ini
Pusat perkantoran di kawasan Thamrin Jakarta sepi karena pandemik covid-19. Foto/Antara Foto/Nova Wahyudi

EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi RI Merangkak Naik